• UGM
  • Fakultas Biologi
  • Barahmus DIY
  • Dinas Kebudyaan DIY
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Museum Biologi
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Koleksi
    • Koleksi Biologika
      • Hewan
      • Tumbuhan
    • Koleksi Historika
    • Koleksi Etnografi
    • Koleksi Arkeologika
  • Publikasi
  • Prosedur
  • Hewan
  • Beranda
  • Berita
Arsip:

Berita

UNIMAS Kunjungi Museum Biologi UGM, Perkuat Kolaborasi Berbasis SDGs

Berita Sabtu, 25 April 2026

Sebanyak 17 delegasi dari Universiti Malaysia Sarawak mengunjungi Museum Biologi Universitas Gadjah Mada pada Selasa (21/4) dalam rangka program UNIMAS Networking for Innovative, Cultural & Sustainability (UNICS) 18–24 April 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda campus tour untuk mengenal peran museum sebagai pusat pembelajaran, riset, dan diseminasi ilmu yang terhubung dengan isu keberlanjutan, sekaligus membuka ruang dialog dan peluang kolaborasi antara UGM dan UNIMAS, khususnya dalam pengembangan program pengabdian masyarakat berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) di Yogyakarta dan sekitarnya.

 

Staf Museum Biologi UGM Ikuti Pelatihan Optimalisasi Media Sosial di Museum Benteng Vredeburg

Berita Jumat, 24 April 2026

Staf Museum Biologi, Ida Suryani, S.S. dan Chandra Aprilandi mengikuti kegiatan pelatihan “Optimalisasi Pemanfaatan Media Sosial untuk Memperkuat Fungsi dan Branding Museum Pemerintah di Yogyakarta” yang diselenggarakan oleh Museum Benteng Vredeburg bekerja sama dengan Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026, pukul 08.00–15.45 WIB, bertempat di Ruang Audio Visual Museum Benteng Vredeburg. Pelatihan diikuti oleh perwakilan pengelola media sosial dari berbagai museum di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk Museum Biologi UGM. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan media sosial museum agar lebih efektif, kreatif, dan strategis dalam mendukung fungsi edukasi serta meningkatkan branding dan engagement publik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai optimalisasi konten dan copywriting di media sosial untuk mendukung fungsi museum yang berkelanjutan. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi terkait strategi memperkuat posisi dan branding museum melalui pendekatan soft dan hard marketing. Tidak hanya bersifat teoritis, pelatihan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengaplikasikan langsung konsep yang telah dipelajari. Kegiatan ditutup dengan sesi wrap up sebagai refleksi dan penguatan pemahaman peserta.

Partisipasi staf Museum Biologi dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya dalam pengelolaan komunikasi digital. Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan staf mampu mengembangkan strategi media sosial yang lebih inovatif dan adaptif dalam menjangkau masyarakat luas.

Mahasiswa Magister Biologi UGM Teliti Felidae di Museum Biologi

Berita Selasa, 21 April 2026

Yogyakarta, 21 April 2026 – Museum Biologi Fakultas Biologi UGM memberikan akses penelitian koleksi spesimen kepada mahasiswa Magister Biologi, Krissantia Serlin Anjarlina, dalam rangka penyusunan tesis. Penelitian berjudul “Kajian Taksonomi Anggota Famili Felidae Indonesia Berdasarkan Morfologi Rambut dan Peran Fisiologisnya” ini memanfaatkan koleksi spesimen sebagai sumber data utama. Pemanfaatan koleksi ini menegaskan peran Museum Biologi UGM sebagai sebagai ruang hidup bagi pembelajaran, riset, dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang keanekaragaman hayati.

Museum Biologi Rayakan Dies Natalis ke-56 dengan Berbagi Bingkisan kepada PKL dan Tukang Parkir Sekitar

Berita Selasa, 30 September 2025

Dalam rangka memperingati Dies Natalis Museum Biologi yang ke-56, museum berbagi bingkisan kepada para pedagang kaki lima (PKL) dan tukang parkir di lingkungan sekitar museum. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 29 September 2025, sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian terhadap komunitas lokal yang turut mendukung keberlangsungan museum sebagai ruang edukasi dan budaya. Dies Natalies ke-56 tidak hanya menjadi perayaan internal, tetapi juga momen untuk berbagi dan mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar sebagai bagian dari ekosistem museum. Mereka membantu menciptakan kenyamanan dan aksesibilitas bagi pengunjung. Museum Biologi berharap kegiatan ini dapat memperkuat semangat kebersamaan dan menjadikan museum sebagai ruang yang inklusif, ramah, dan relevan bagi semua lapisan masyarakat.

Pengumuman Penutupan Sementara Museum Biologi

Berita Senin, 1 September 2025

Museum Biologi Hadiri Seminar tentang Digitalisasi, AI, dan Teknologi Modern

Berita Rabu, 26 Maret 2025

Yogyakarta, 25 Maret 2025 Museum Biologi berpartisipasi dalam seminar bertajuk Digitalisation, Artificial Intelligence/AI, Digital Technology, Museum Presentation & Augmented Reality, 3D Technology & IT Security yang diadakan di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dan diselenggarakan oleh Museum dan Cagar Budaya bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Ceko di Jakarta.

Seminar ini diikuti perwakilan dari 18 museum di wilayah Yogyakarta, menyoroti pentingnya akses yang setara terhadap pendidikan dan berbagi pengetahuan di antara lembaga-lembaga budaya. Museum Biologi diwakili oleh Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng. (Kepala Museum Biologi) dan Ida Suryani (Petugas Pemelihara Koleksi dan Museum). Partisipasi mereka menunjukkan komitmen museum untuk merangkul kreativitas dan inovasi di tengah kemajuan teknologi yang pesat.

Tujuan utama seminar ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengelolaan museum dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan teknologi informasi di era modern. Seiring dengan semakin banyaknya museum yang mengadopsi teknologi baru, kebutuhan akan akses yang setara terhadap sumber daya ini menjadi sangat penting, memastikan bahwa semua lembaga dapat memanfaatkan kemajuan dalam presentasi dan keterlibatan digital.

Dua pembicara terkemuka hadir dalam seminar ini: Michal Lukes, PhDr., Ph.D. (Kepala Museum Nasional Ceko) dan Jauhari Chusbiantoro, SS., M.A. (Ahli Museum dan Cagar Budaya). Wawasan mereka tentang integrasi teknologi digital dalam praktik museum memberikan perspektif berharga tentang bagaimana lembaga dapat memanfaatkan alat ini untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dan jangkauan pendidikan.

Diskusi menekankan peran augmented reality dan teknologi 3D dalam menciptakan pengalaman imersif bagi pengunjung museum. Dengan menggabungkan teknologi inovatif ini, museum dapat mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang koleksi mereka dan melibatkan audiens dengan cara yang baru dan menarik. Ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan mempromosikan akses pendidikan dan mendorong kreativitas serta inovasi di lembaga budaya.

Selain itu, seminar ini juga membahas pentingnya keamanan TI di era digital. Seiring dengan digitalisasi koleksi dan operasi museum, melindungi informasi sensitif menjadi sangat penting. Para pembicara menyoroti praktik terbaik untuk memastikan perlindungan data dan menjaga integritas sumber daya museum di dunia yang semakin terhubung.

Acara ini juga berfungsi sebagai platform untuk jaringan dan kolaborasi di antara para profesional museum. Peserta saling bertukar ide dan pengalaman, membangun rasa komunitas dan tujuan bersama dalam memajukan peran museum dalam masyarakat. Semangat kolaboratif ini sangat penting untuk mencapai akses yang setara terhadap sumber daya pendidikan dan mempromosikan warisan budaya.

Sebagai kesimpulan, seminar di Museum Benteng Vredeburg menandai langkah signifikan menuju pemberdayaan museum dengan pengetahuan dan alat yang diperlukan untuk berkembang di era digital. Partisipasi aktif Museum Biologi mencerminkan dedikasinya untuk merangkul perubahan dan inovasi, memastikan bahwa museum tetap menjadi sumber vital untuk pendidikan dan pelestarian budaya di Yogyakarta dan sekitarnya.

 

 

[sangar-slider id=2098]

Museum Biologi Terima Kunjungan dari Mahasiswa International Summer Course Western Sydney University (WSU)

Berita Kamis, 23 Januari 2025

Rabu, 22 Januari 2025 Museum Biologi menerima kunjungan mahasiswa dan dosen dari Western Sydney University. Acara ini merupakan kegiatan International Summer Schoo (ISC) yang diadakan oleh Fakultas Biologi UGM, di mana salah satu kegiatannya adalah mengunjungi museum. Kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan dengan memberikan kesempatan unik bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan spesimen biologi dan mempelajari sejarah serta proses kurasi museum. Peserta ISC diterima oleh Donan Satria Yudha, S.Si.,M.Sc. Peserta mendengarkan pemaparan materi sejarah museum, spesimen Museum Biologi dan kurasi koleksi. Selesai materi, peserta diajak tour melihat pameran di museum dan juga melihat ruang workshop, sebagai tempat penanganan koleksi dari kegiatan pembuatan awetan sampai kegiatan konservasi. Sebelum melanjutkan kunjungan ke tempat lain, peserta ISC tidak lupa membeli souvenir Museum Biologi yang berupa awetan resin serangga dalam bentuk gantungan kunci. Selain untuk pembelajaran keanekaragaman hayati Indonesia, Museum Biologi menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi karena tidak hanya menyimpan koleksi Biologi, tetapi juga sejarah bangunan museum merupakan bangunan cagar budaya, eks rumah tempat tinggal opsir Belanda.

Bagi peserta, kegiatan Summer Course di Museum Biologi sarat akan nilai pembelajaran dan akademik. Melalui kegiatan ini liburan menjadi sesuatu menyenangkan sekaligus bermanfaat.

 

[sangar-slider id=2067]

Perdalam Pemahaman Biologi, Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi Universitas Insan Budi Utomo Malang Kunjungan ke Museum Biologi UGM

Berita Kamis, 16 Januari 2025

Pada hari Kamis, 16 Januari 2025, pukul 09.00 WIB, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Insan Budi Utomo Malang melakukan kunjungan ke Museum Biologi UGM. Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mereka mengenai koleksi museum dan perannya sebagai destinasi wisata edukasi.
Mahasiswa disambut oleh petugas museum yang memandu mereka dalam tur. Tur ini mencakup penjelasan mendetail tentang spesimen awetan dan koleksi etnografi yang menceritakan flora dan fauna Indonesia. Pengalaman langsung ini memungkinkan mahasiswa untuk terlibat langsung dengan materi yang mereka pelajari dalam kurikulum akademik mereka.
Selama kunjungan, mahasiswa belajar tentang berbagai spesies yang berasal dari Indonesia, termasuk tanaman dan hewan yang terancam punah. Koleksi museum ini berfungsi sebagai sumber daya penting untuk memahami keanekaragaman hayati, yang sangat penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam bidang pendidikan berkualitas dan kehidupan di darat. Tur yang dipandu tersebut menekankan pentingnya konservasi dan peran pendidikan dalam meningkatkan kesadaran tentang keanekaragaman hayati. Petugas museum menyoroti bagaimana institusi pendidikan dapat berkolaborasi dengan museum untuk meningkatkan pengalaman belajar dan menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap alam di kalangan mahasiswa.Selain aspek edukatif, kunjungan ini juga bertujuan untuk menginspirasi mahasiswa agar mengeksplorasi pentingnya melestarikan warisan alam Indonesia. Mahasiswa didorong untuk berpikir kritis tentang peran mereka di masa depan sebagai pendidik dalam mempromosikan kesadaran lingkungan dan praktik berkelanjutan. Kunjungan ke Museum Biologi UGM sejalan dengan SDGs dengan mempromosikan pendidikan berkualitas dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan mengintegrasikan kunjungan museum ke dalam kurikulum mereka, institusi pendidikan dapat memberikan mahasiswa kesempatan belajar yang unik yang melampaui pengaturan kelas tradisional.Sebagai kesimpulan, kunjungan edukatif ke Museum Biologi UGM merupakan langkah signifikan bagi mahasiswa Universitas Insan Budi Utomo Malang. Kegiatan ini memperkuat pentingnya memahami keanekaragaman hayati dan perlunya praktik berkelanjutan dalam melestarikan sumber daya alam Indonesia. Pengalaman ini diharapkan akan memberikan dampak yang positif pada karir mereka di masa depan sebagai pendidik.

[sangar-slider id=2043]

Partisipasi Staf Museum Biologi dalam Senam Bersama BARAHMUS DIY di Museum Gunungapi Merapi.

Berita Jumat, 20 Desember 2024

Pada tanggal 20 Desember 2024, staf Museum Biologi berpartisipasi dalam acara senam rutin yang diselenggarakan oleh BARAHMUS DIY di Museum Gunungapi Merapi, Sleman, Yogyakarta. Acara ini didukung oleh Dinas Kebudayaan DIY dan Dinas Kebudayaan Sleman, bertujuan untuk mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan di antara staf museum dan masyarakat setempat.


Sesi senam ini bukan hanya sekadar aktivitas fisik; ini adalah perayaan keragaman budaya dan keterlibatan komunitas. Peserta dari berbagai latar belakang berkumpul bersama, menunjukkan semangat non-diskriminasi dan inklusivitas. Acara ini menyoroti pentingnya kesehatan dan kebugaran dalam mencapai standar hidup dasar, yang merupakan aspek penting dari pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Selama sesi senam, peserta terlibat dalam berbagai rutinitas yang menekankan kesehatan kardiovaskular, fleksibilitas, dan kekuatan. Suasana dipenuhi dengan antusiasme saat anggota staf Museum Biologi bergandeng tangan dengan anggota komunitas, meruntuhkan batasan dan membangun rasa persatuan. Kolaborasi ini adalah bukti kekuatan keragaman budaya dalam meningkatkan inisiatif kesehatan masyarakat.

Saat sesi berakhir, peserta mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas yang bermakna ini. Staf Museum Biologi menekankan pentingnya olahraga teratur dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.

Kolaborasi antara BARAHMUS DIY, Dinas Kebudayaan DIY, dan Dinas Kebudayaan Sleman mencerminkan pendekatan holistik terhadap pengembangan komunitas. Dengan memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan, organisasi-organisasi ini berkontribusi pada pengembangan keseluruhan wilayah, memastikan bahwa standar hidup dasar terpenuhi untuk semua anggota komunitas.

Dalam beberapa bulan mendatang, BARAHMUS DIY berencana untuk terus menyelenggarakan acara serupa, mendorong lebih banyak partisipasi dari berbagai sektor masyarakat. Museum Biologi berkomitmen untuk mendukung inisiatif ini, menyadari bahwa komunitas yang sehat sangat penting untuk kemajuan upaya budaya dan ilmiah.

Acara di Museum Gunungapi Merapi ini tidak hanya mempromosikan kesehatan fisik tetapi juga memperkuat nilai-nilai inklusivitas dan penghormatan terhadap keragaman budaya. Saat komunitas bersatu untuk saling mendukung, mereka membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah dan sehat bagi semua.

PERAWATAN KOLEKSI MUSEUM BIOLOGI “KOLEKSI BURUNG”

Berita Rabu, 18 Desember 2024

Pada tanggal 18 Desember 2024, Museum Biologi UGM melakukan perawatan berkala terhadap koleksi biologi, dengan fokus khusus pada koleksi burung bulan ini. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen museum untuk pendidikan berkelanjutan, memastikan bahwa kekayaan biodiversitas yang diwakili dalam koleksinya dilestarikan untuk generasi mendatang.


Proses perawatan ini sangat penting untuk keawetan koleksi museum. Dengan merawat spesimen secara rutin, museum bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi dasar dalam biodiversitas dan pentingnya konservasi di kalangan pengunjung dan siswa. Museum ini berfungsi sebagai platform pendidikan, mempromosikan kesadaran tentang berbagai spesies hewan dan perannya dalam ekosistem.

Selama perawatan bulan ini, staf museum dengan teliti memeriksa spesimen burung untuk mencari tanda-tanda kerusakan atau penurunan kualitas. Tujuannya adalah untuk mengembalikan barang-barang yang rusak ke kondisi semula, memastikan bahwa koleksi tetap utuh dan informatif. Proses ini tidak hanya melestarikan spesimen fisik tetapi juga memperkuat nilai edukatif yang mereka tawarkan.

Museum Biologi UGM memainkan peran penting dalam pendidikan dasar, terutama di bidang biologi dan ilmu lingkungan. Dengan memamerkan berbagai spesies yang beragam, museum membantu menumbuhkan pemahaman tentang biodiversitas dan saling keterkaitan kehidupan. Ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya yang berfokus pada pendidikan berkualitas dan praktik berkelanjutan.

Upaya museum dalam merawat koleksinya bukan hanya tentang pelestarian; tetapi juga tentang menginspirasi generasi ilmuwan dan konservasionis berikutnya. Dengan memberikan akses kepada spesimen yang terawat dengan baik, museum mendorong siswa untuk menjelajahi karir di bidang biologi, ekologi, dan ilmu lingkungan.

Lebih jauh lagi, Museum Biologi UGM bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan untuk mempromosikan pendidikan dasar dalam biodiversitas. Kemitraan ini meningkatkan pengalaman belajar bagi siswa, memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan spesimen nyata dan memahami implikasi praktis dari studi mereka.

Seiring museum melanjutkan komitmennya terhadap pendidikan berkelanjutan, ia tetap bertekad untuk meningkatkan koleksinya dan memastikan bahwa koleksi tersebut berfungsi sebagai sumber daya yang berharga bagi generasi saat ini dan mendatang. Perawatan berkala terhadap koleksi burung adalah salah satu dari banyak langkah yang diambil untuk mencapai tujuan ini.

Sebagai kesimpulan, perawatan berkala Museum Biologi UGM terhadap koleksinya adalah bukti dedikasinya untuk melestarikan biodiversitas dan mempromosikan pendidikan. Dengan fokus pada perawatan koleksi burungnya, museum tidak hanya melindungi asetnya tetapi juga memperkaya pengalaman edukatif pengunjungnya, menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap dunia alami.

SDGs : 4, 15

123…7
Universitas Gadjah Mada

Museum Biologi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sultan Agung No 22 Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta

 (+62274) 376740

 

0821-3488-9187

 

 mus_bio@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY