• UGM
  • Fakultas Biologi
  • Barahmus DIY
  • Dinas Kebudyaan DIY
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Museum Biologi
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Koleksi
    • Koleksi Biologika
      • Hewan
      • Tumbuhan
    • Koleksi Historika
    • Koleksi Etnografi
    • Koleksi Arkeologika
  • Publikasi
  • Prosedur
  • Hewan
  • Beranda
  • Berita
  • hal. 2
Arsip:

Berita

Eksperimen Sains Reaksi Redoks di Embung Giwangan

Berita Rabu, 4 Desember 2024

Pada tanggal 4 Desember 2024 Museum Biologi berpartisipasi dalam Pameran Museum “Bara Kumara” melalui program Eksperimen Sains Reaksi Redoks.” Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya yang berfokus pada makanan dan kesehatan. SDGs adalah seperangkat tujuan global yang memerlukan upaya kolektif untuk mencapainya. Setiap kontribusi kecil sangat berarti dalam mewujudkan tujuan ini. Generasi muda, sebagai pemimpin masa depan bangsa, memainkan peran penting sebagai agen perubahan dalam upaya ini. Dengan terlibat dalam kegiatan edukasi seperti Eksperimen Sains Reaksi Redoks, mereka dapat lebih memahami peran mereka dalam mempromosikan keberlanjutan dan kesehatan.

Eksperimen Sains Reaksi Redoks dirancang untuk memperkenalkan peserta muda pada dunia menarik reaksi kimia, khususnya reaksi redoks. Reaksi ini sangat penting dalam berbagai proses biologis, termasuk metabolisme dan kemampuan tubuh untuk melawan radikal bebas. Memahami konsep-konsep ini sangat penting untuk membentuk generasi yang menghargai sains dan aplikasinya dalam kesehatan dan nutrisi. Selain aspek ilmiah, program ini juga menekankan pentingnya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, terutama yang tinggi antioksidan, yang berperan signifikan dalam menetralkan radikal bebas dalam tubuh. Dengan mendidik kaum muda tentang manfaat pola makan sehat, Museum Biologi bertujuan untuk menanamkan kebiasaan seumur hidup yang berkontribusi pada kesejahteraan secara keseluruhan. Kegiatan ini berupa eksperimen langsung di mana peserta dapat mengamati reaksi redoks dengan dengan menggunakan ekstrak sayuran dan buah berwarna yang ditetesi dengan larutan asam dan basa. Pendekatan interaktif ini tidak hanya membuat pembelajaran menyenangkan tetapi juga memperkuat aplikasi praktis sains dalam kehidupan sehari-hari.

Eksperimen Sains Reaksi Redoks di Taman Budaya Embung Giwangan tidak hanya sekadar demonstrasi sains, tetapi juga langkah menuju memberdayakan generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam kesehatan dan lingkungan mereka.

[sangar-slider id=1904]

Kunjungan Prodi Pendidikan Biologi Sanata Dharma di Museum Biologi

Berita Senin, 4 November 2024

Pada hari Senin, 4 November 2024, pukul 12.00, Museum Biologi menerima kunjungan dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Kunjungan ini merupakan bagian dari praktikum mata kuliah Struktur, Perkembangan, dan Fungsi Hewan. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi program kunjungan rutin yang dirancang untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa mengenai metode pengawetan hewan vertebrata yang telah dipelajari melalui literatur sebelumnya.

Sebanyak 39 peserta hadir dalam kunjungan ini, terdiri dari 35 mahasiswa, 2 asisten, dan 2 dosen. Mereka disambut oleh petugas pemelihara koleksi museum, FX. Sugiyo Pranoto, yang memberikan penjelasan mengenai metode pengawetan spesimen biologi. Mahasiswa diajak untuk mengamati taksidermi, rangka, dan awetan basah, serta berdiskusi mengenai jenis hewan yang akan dibuat awetan.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan bekal penting bagi mahasiswa dalam pembuatan awetan pada praktikum selanjutnya. Dengan mengamati aplikasi nyata dari pengetahuan teoritis mereka, mahasiswa dapat lebih memahami seluk-beluk pengawetan biologi. Pengalaman langsung ini sangat penting dalam menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap materi pelajaran dan meningkatkan perjalanan belajar mereka.

Selain itu, interaksi dengan staf museum memungkinkan mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan dan mengklarifikasi keraguan mengenai teknik pengawetan. Keterlibatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman mereka tetapi juga mendorong pemikiran kritis dan rasa ingin tahu tentang ilmu biologi. Kunjungan ke museum ini mencontohkan pentingnya akses terhadap pendidikan, karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kelas.

Museum Biologi, dengan koleksi spesimen yang luas, menjadi sumber daya yang sangat berharga bagi mahasiswa yang mengejar karir di bidang biologi dan pendidikan. Dengan memfasilitasi kunjungan semacam ini, institusi pendidikan dapat menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoritis dan aplikasi praktis, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait pendidikan berkualitas dan peluang belajar sepanjang hayat.

Saat mahasiswa menjelajahi museum, mereka mengungkapkan antusiasme dan keinginan untuk menerapkan apa yang mereka pelajari dalam sesi praktikum mendatang. Pengalaman ini tidak hanya memperkuat pengetahuan akademis mereka tetapi juga menginspirasi mereka untuk melanjutkan studi dan penelitian lebih lanjut di bidang biologi.

Sebagai kesimpulan, kunjungan ke Museum Biologi merupakan langkah signifikan dalam meningkatkan pengalaman pendidikan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi di Universitas Sanata Dharma. Kunjungan ini menyoroti pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman dan peran museum dalam menyediakan akses terhadap pendidikan. Inisiatif semacam ini sangat penting dalam membina generasi mendatang pendidik dan ilmuwan yang akan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Museum Biologi Ikut Pameran 16 Museum Se-Indonesia di Monumen Pers Nasional

Berita Senin, 29 Juli 2024

Museum Biologi menjadi salah satu partisipan pada Pameran Bersama bertajuk “Keberagaman Koleksi Museum Nusantara” di Monumen Pers Nasional. Pameran ini resmi dibuka pada Senin, 22 Juli 2024 dan berlangsung selama 5 hari, 22 -26 Juli 2024 pada pukul 08.00 – 16.00 WIB. Adapun museum peserta pameran bersama ini adalah Museum BPK, Museum Biologi Fakultas Biologi UGM, Museum Bank Mandiri, Museum Deli Serdang, Museum Neka Art Bali, Museum Penerangan, Museum Radya Pustaka, Museum Rumah Budaya Kratonan, Museum Kretek Kudus, Museum dan Cagar Budaya, Museum Ranggawarsita, Museum Sandi, Museum Akademi Kepolisian, Museum Geologi, Museum Bank Indonesia, dan tuan rumah Museum Pers Nasional.

Pada kesempatan tersebut Museum Biologi menampilkan koleksi tengkorak hewan, yakni tengkorak kijang, babirusa, dan macan tutul. Selain itu, ada media interaktif pengamatan mikroskopis jaringan tumbuhan yang dapat dicoba oleh pengunjung pameran. Event pameran ini mendapat respon positif dari masyarakat Surakarta, khususnya sekolah-sekolah dari tingkat TK sampai mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pengunjung harian yang membludak sekitar 1500 sampai 3000 orang dari estimasi target pengunjung 500 orang/hari.

Pameran tersebut merupakan agenda rutin tahunan Monumen Pers Nasional yang dilaksanakan setiap bulan Juli bertepatan dengan tahun ajaran baru. Harapannya, kegiatan pameran dapat menumbuhkan literasi dan minat berkunjung ke museum mengingat saat ini juga berbarengan dengan siswa-siswa masuk sekolah.

[sangar-slider id=1860]

TAUD Abdurrahman bin Auf Bantul Berkunjung ke Museum Biologi

Berita Selasa, 4 Juni 2024

Tanggal 3-4 Juni 2024 Museum Biologi menerima kunjungan dari Sekolah Tahffidz Anak Usia Dini (TAUD) Abdurrahman bin Auf Bantul Yogyakarta. Kunjungan ini terdiri dari anak KB dan TK A sejumlah 144 anak. Kegiatan ini bertujuan agar siswa menambah wawasan seputar flora dan fauna. Anak-anak tour keliling museum dan melakukan pengamatan mikroskopis dengan didampingi pengelola museum. Semoga kegiatan trip education ini memberikan pengalaman baru bagi anak-anak usia dini.

 

[sangar-slider id=1801]

Museum Biologi Menjadi Destinasi Program Wajib Kunjung Museum

Berita Kamis, 29 Februari 2024

WKM merupakan kependekan dari Wajib Kunjung Museum. WKM adalah salah satu program Dinas Kebudayaan DIY yang dilaksanakan oleh Bidang Permuseuman sejak tahun 2013 sd. sekarang. WKM dicetuskan oleh pemerintah DIY untuk menjadikan museum sebagai salah satu pusat pembelajaran, penelitian dan rekreasi bagi pelajar di DIY. Program WKM ini telah memfasilitasi sekolah-sekolah agar melaksanakan salah satu kegiatan di luar sekolah dalam bentuk kunjung museum sekaligus berperan dalam mengembangkan wawasan, terutama di kalangan pelajar. Museum Biologi sebagai salah satu museum khusus bidang ilmu pengetahuan alam ramai dikunjungi rombongan WKM dari sekolah-sekolah di Yogyakarta. Bulan Februari ini kunjungan rombongan dari WKM sebanyak 3 (tiga) rombongan, yakni MI Muhammadiah Sodo Paliyan Gunungkidul, SDN Wonolelo Plered, dan SDN Krawitan.

[sangar-slider id=1656]

Awal Tahun Museum Biologi Ramai Kunjungan

Berita Kamis, 18 Januari 2024

Awal tahun 2024 Museum Biologi Fakultas Biologi UGM mulai ramai menerima kunjungan rombongan dari kalangan pelajar, baik sekolah dari Yogyakarta maupun dari luar DIY. Di antaranya SMPN I Salatiga, SMAN I Banjar Margo Tulang Bawang Bandar Lampung, MI Cimerak Kota Tasikmalaya, SMAN I Panumbangan, dan TK Ceria Demangfan Baru. Energi positif ini diharapkan sampai dengan sepanjang tahun ini. Pengunjung ingin berwisata sambil belajar ilmu biologi. Selain mendapatkan pelayanan pemanduan oleh petugas museum, para pengunjung tersebut juga dapat melakukan pengamatan mikroskopis preparat jaringan tumbuhan. Kini museum dapat dijadikan tujuan wisata pendidikan ilmu pengetahuan alam bagi generasi  muda, tidak hanya untuk mengenal lebih jauh keanekaragaman hayati Indonesia, tetapi sekaligus untuk membangun kesadaran pentingnya menjaga keseimbangan alam dan lingkungan serta aktif dalam upaya konservasi hayati.  Hal ini dirasa penting karena jika tidak dibangun maka generasi muda tidak akan dapat mengenal dan menjaga kekayaan hayati bangsanya sendiri dengan baik.

[sangar-slider id=1249]

 

Perkuat Program Publik, Museum FKMK Hadiri FGD Bertema Strategi Pengembangan Program Publik di Museum

Berita Senin, 20 November 2023

Selasa, 14 November 2023 Forum Komunikasi Museum Kota (FKMK) Yogyakarta atas fasilitasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta menyelenggarakan FGD Permuseuman denga tema “Strategi Pengembangan Program Publik di Museum” bertempat di Alana Hotel. FGD ini dihadiri oleh museum-museum yang ada di Kota Yogyakarta sejumlah 19 museum. Staf Museum Biologi, FX Sugiyo Pranoto dan Ida Suryani ikut pada FGD tersebut. FGD ini menghadirkan 2 orang narasumber, yaitu Lukman Yoga Suryawan. S.Si. (Analis Rencana Program dan Kegiatan Taman Pontar) dan Dra. RR. DS Nugrahani, M.A. (Kepala Museum UGM).

Bapak Lukman mengatakan perlunya penguatan program publik melalui 4 cara yakni pengembangan SDM, diversivikasi program kegiatan, optimalisasi media informasi, dan pengembangan kerjasama. Sementara DS Nugrahani menyampaikan bahwa program publik di museum dapat berupa kegiatan yang terkait koleksi, pameran, dan juga penelitian. Dari FGD ini museum-museum di Kota Yogyakarta diharapkan dapat mengembangkan program publik, misalnya dengan memberdayakan MBKM mandiri dan program publik yang bersifat free dengan kolaborasi dengan pihak lain.

 

[sangar-slider id=1217]

Tingkatkan Layanan Prima, Museum Biologi Ikuti FGD Pemutakhiran Daya Tarik Wisata Kota Yogyakarta

Berita Senin, 20 November 2023

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menyelenggarakan FGD Pemutakhiran Daya Tarik Wisata pada Jumat, 17 November 2023 di Royal Darmo Hotel. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai DTW (Destinasi Tujuan Wisata) yang ada di Kota Yogyakarta yang terbagi dalam 6 kluster, antara lain wisata sejarah, wisata budaya, wisata religi, wisata belanja, wisata pendidikan, dan kampung wisata. Museum Biologi masuk dalam kluster wisata pendidikan. Staf Museum Biologi, Ida Suryani ikut dalam FGD tersebut.  Tim kajian layanan prima daya tarik wisata Kota Yogyakarta memaparkan hasil kajian sebagai bahan evaluasi untuk mengukur tingkat kepuasan wisatawan, kualitas sarana prsarana, dan juga SOP (standard operational procedure). Hasil kajian Museum Biologi memperoleh kategori B dengan peningkatan nilai skoring dari 52 menjadi 56 dan masuk dalam 10 besar urutan daya tarik wisata berstandar layanan prima di Kota Yogyakarta

Setelah hasil kajian tersebut keluar, Dinas Pariwisata berharap DTW di Kota Yogyakarta selalu berinovasi (mengembangkan storytelling, activity sesuai tema museum, pemandu bersertifikat kompetensi, dsb.) dan dapat bervariasi dalam memberikan layanan jasa wisata dengan keunikannya masing-masing. Selain itu, hasil kajian seyogyanya dapat ditindaklanjuti, baik oleh Dinas Pariwisata maupun pengelola DTW untuk meningkatkan layanan prima di DTW.

[sangar-slider id=1210]

Museum Biologi Fakultas Biologi UGM Menerima Apresaiasi Keterawatan dan Kelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya (WBCB)

Berita Rabu, 1 November 2023

Museum Biologi terletak di Jalan Sultan Agung No. 22 Yogyakarta pada awalnya merupakan rumah opsir Belanda. Bangunan ini didirikan pada tahun 1890 dan  dialihfungsikan sebagai museum pada tanggal 20 September 1969.  Bangunan ini sampai sekarang masih digunakan sebagai museum yang mengoleksi berbagai jenis spesimen hayati yang pengelolaannya berada di bawah Fakultas Biologi UGM Yogyakarta.

Tim TACB, Sektiadi, S.S. M.Hum. mengungkapkan bahwa bangunan ini memiliki khas gaya indis atau kolonial yang berdenah  persegi panjang, memiliki teras di depan dan belakang. Pada kedua teras ini terdapat tiang bulat dengan ornamen dan pagar besi berornamen (balustrade). Atap bangunan berbentuk perisai (limas) membujur utara-selatan sesuai dengan panjang bangunan dengan atap menggunakan genteng. Dinding sebagaimana bangunan kolonial lainya berupa tembok berplaster dengan profil (moulding) pada bagian atas. Pintu dan jendela berbentuk persegi dengan kusen kayu dan memiliki bovenlicht pada bagian atas membentuk kisi berbentuk panah. Penilaian ini didampingi oleh Mulyanto, ST, MM, Wakil Kepala Museum Biologi dan staf Museum Biologi.

Museum Biologi mendapat apresiasi kelestarian dan keterawatan sebagai Warisan Budaya dan Cagar Budaya (WBCB) dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta karena bangunan Museum Biologi masih terawat dan dapat memperlihatkan ciri khas bangunan indis, ungkap Soenarwan Hery Poerwanto, Kepala Museum Biologi UGM.

Ida Suryani, penanggung jawab koleksi tumbuhan mengungkapkan lebih lanjut bahwa Museum Biologi yang menempati bangunan cagar budaya menjadi nilai plus, tidak hanya koleksi museum, tetapi juga bangunan museum sebagai salah satu bangunan cagar budaya (BCB) di Kota Yogyakarta.

Apreasiasi ini diberikan langsung oleh Pejabat Wali Kota Yogyakarta, Bapak Singgih Raharjo terhadap 20 pelestari WBCB dan 20 seniman&budayawan sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah turut berperan aktif dalam pelestarian WBCB. Apresiasi kelestarian dan keterawatan WBCB tahun 2023 dilaksanakan pada hari Selasa, 31 Oktober 2023 di Hotel Harper Malioboro Yogyakarta.

[sangar-slider id=1196]

Kepala Museum Biologi Hadiri FGD FKMK “Inovasi dan Kerjasama Dalam Pengembangan Museum”

Berita Selasa, 18 Juli 2023

Senin, 17 Juli 2023, dilaksanakan FGD (Focus Group Discussion) FKMK (Forum Komunikasi Museum Kota) dengan tema:”Inovasi dan Kerjasama Dalam Pengembangan Museum” di Hotel Grand Kangen Yogyakarta. Kegiatan ini difasilitasi sepenuhnya oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut acara dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetty Martanti, S.Sos.,M.M.

Pada kesempatan tersebut sebagai pembicara kunci ada 2, yaitu Joko Kuntoro (ASITA) dengan materi daya tarik wisata museum dan Ahmad Riyadi (Times Indonesia Regional) dengan materi museum di antara teknologi informasi. Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab. Kegiatan FGD tersebut diikuti oleh Kepala-Kepala Museum anggota FKMK yang berjumlah 19 dan pengurus inti FKMK (Forum Komunikasi Museum Kota). Kepala Museum Biologi UGM, Mulyanto, S.T.,M.M, turut hadir pada acara tersebut. Dengan dilaksanakan FGD ini diharapkan museum-museum di kota Yogyakarta dapat menyampaikan inspirasi, ide, gagasan dan permasalahan yang dihadapi museum untuk didiskusikan sehingga akan memperoleh solusi. Hal ini akan dijadikan pedoman bagi Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta sebagai instansi Pembina bagi museum-museum di Kota Yogyakarta untuk menentukan kebijakan dalam upaya pengembangan museum dimasa yang akan datang.

 

 

[sangar-slider id=1114]
1234…7
Universitas Gadjah Mada

Museum Biologi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sultan Agung No 22 Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta

 (+62274) 376740

 

0821-3488-9187

 

 mus_bio@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY