[sangar-slider id=2019]Pada tanggal 4 Desember 2024 Museum Biologi berpartisipasi dalam Pameran Museum “Bara Kumara” melalui program Eksperimen Sains Reaksi Redoks.” Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya yang berfokus pada makanan dan kesehatan. SDGs adalah seperangkat tujuan global yang memerlukan upaya kolektif untuk mencapainya. Setiap kontribusi kecil sangat berarti dalam mewujudkan tujuan ini. Generasi muda, sebagai pemimpin masa depan bangsa, memainkan peran penting sebagai agen perubahan dalam upaya ini. Dengan terlibat dalam kegiatan edukasi seperti Eksperimen Sains Reaksi Redoks, mereka dapat lebih memahami peran mereka dalam mempromosikan keberlanjutan dan kesehatan.
Eksperimen Sains Reaksi Redoks dirancang untuk memperkenalkan peserta muda pada dunia menarik reaksi kimia, khususnya reaksi redoks. Reaksi ini sangat penting dalam berbagai proses biologis, termasuk metabolisme dan kemampuan tubuh untuk melawan radikal bebas. Memahami konsep-konsep ini sangat penting untuk membentuk generasi yang menghargai sains dan aplikasinya dalam kesehatan dan nutrisi. Selain aspek ilmiah, program ini juga menekankan pentingnya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, terutama yang tinggi antioksidan, yang berperan signifikan dalam menetralkan radikal bebas dalam tubuh. Dengan mendidik kaum muda tentang manfaat pola makan sehat, Museum Biologi bertujuan untuk menanamkan kebiasaan seumur hidup yang berkontribusi pada kesejahteraan secara keseluruhan. Kegiatan ini berupa eksperimen langsung di mana peserta dapat mengamati reaksi redoks dengan dengan menggunakan ekstrak sayuran dan buah berwarna yang ditetesi dengan larutan asam dan basa. Pendekatan interaktif ini tidak hanya membuat pembelajaran menyenangkan tetapi juga memperkuat aplikasi praktis sains dalam kehidupan sehari-hari.
Eksperimen Sains Reaksi Redoks di Taman Budaya Embung Giwangan tidak hanya sekadar demonstrasi sains, tetapi juga langkah menuju memberdayakan generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam kesehatan dan lingkungan mereka.
[sangar-slider id=1904]Pada hari Senin, 4 November 2024, pukul 12.00, Museum Biologi menerima kunjungan dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Kunjungan ini merupakan bagian dari praktikum mata kuliah Struktur, Perkembangan, dan Fungsi Hewan. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi program kunjungan rutin yang dirancang untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa mengenai metode pengawetan hewan vertebrata yang telah dipelajari melalui literatur sebelumnya.
Sebanyak 39 peserta hadir dalam kunjungan ini, terdiri dari 35 mahasiswa, 2 asisten, dan 2 dosen. Mereka disambut oleh petugas pemelihara koleksi museum, FX. Sugiyo Pranoto, yang memberikan penjelasan mengenai metode pengawetan spesimen biologi. Mahasiswa diajak untuk mengamati taksidermi, rangka, dan awetan basah, serta berdiskusi mengenai jenis hewan yang akan dibuat awetan.
Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan bekal penting bagi mahasiswa dalam pembuatan awetan pada praktikum selanjutnya. Dengan mengamati aplikasi nyata dari pengetahuan teoritis mereka, mahasiswa dapat lebih memahami seluk-beluk pengawetan biologi. Pengalaman langsung ini sangat penting dalam menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap materi pelajaran dan meningkatkan perjalanan belajar mereka.
Selain itu, interaksi dengan staf museum memungkinkan mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan dan mengklarifikasi keraguan mengenai teknik pengawetan. Keterlibatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman mereka tetapi juga mendorong pemikiran kritis dan rasa ingin tahu tentang ilmu biologi. Kunjungan ke museum ini mencontohkan pentingnya akses terhadap pendidikan, karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kelas.
Museum Biologi, dengan koleksi spesimen yang luas, menjadi sumber daya yang sangat berharga bagi mahasiswa yang mengejar karir di bidang biologi dan pendidikan. Dengan memfasilitasi kunjungan semacam ini, institusi pendidikan dapat menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoritis dan aplikasi praktis, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait pendidikan berkualitas dan peluang belajar sepanjang hayat.
Saat mahasiswa menjelajahi museum, mereka mengungkapkan antusiasme dan keinginan untuk menerapkan apa yang mereka pelajari dalam sesi praktikum mendatang. Pengalaman ini tidak hanya memperkuat pengetahuan akademis mereka tetapi juga menginspirasi mereka untuk melanjutkan studi dan penelitian lebih lanjut di bidang biologi.
Sebagai kesimpulan, kunjungan ke Museum Biologi merupakan langkah signifikan dalam meningkatkan pengalaman pendidikan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi di Universitas Sanata Dharma. Kunjungan ini menyoroti pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman dan peran museum dalam menyediakan akses terhadap pendidikan. Inisiatif semacam ini sangat penting dalam membina generasi mendatang pendidik dan ilmuwan yang akan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menyelenggarakan Jogja Museum Expo 2024 pada 23 Juli – 5 Agustus 2024 di Gedung Saraswati, Museum Sonobudoyo dengan tema “Prajnyopada: Local Wisdom Mosaic Of Art”. JME ini merupakan wadah untuk peningkatan potensi, promosi, dan publikasi museum-museum di DIY agar semakin mnedekatkan museum dengan masyarakat. Ada 6 subtema dalam pameran, yaitu benih kearifan lokal, cipta rasa karsa, mata anak, suguhan unggah-ungguh, bertahan hidup, dan selaras alam. Setiap subtema menampilkan koleksi-koleksi dari 42 museum. Koleksi Museum Biologi ada pada subtema mata anak, berupa koleksi taksidermi kancil dengan narasi kancil di Indonesia muncul pada fabel, lagu, dan film yang sarat pembelajaran untuk anak-anak di setiap generasi.
[sangar-slider id=1881]
Minggu, 28 Juli 2024 Museum Biologi menerima kunjungan rombongan dari Yayasan Generasi Biologi Indonesia (Genbi) sejumlah 24 orang, yang merupakan dosen-dosen dari universitas yang ada di Indonesia. Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan studi lapangan setelah para peserta mengikuti workshop Taksidermi Vertebrata. Rombongan tersebut diterima oleh FX Sugiyo Pranoto, S.Si., petugas pemelihara koleksi dan museum. Selain mengamati spesimen taksidermi koleksi Museum Biologi, peserta kunjungan juga mendapatkan penjelasan tentang prosedur pengawetan taksidermi.
[sangar-slider id=1875]
Museum Biologi menjadi salah satu partisipan pada Pameran Bersama bertajuk “Keberagaman Koleksi Museum Nusantara” di Monumen Pers Nasional. Pameran ini resmi dibuka pada Senin, 22 Juli 2024 dan berlangsung selama 5 hari, 22 -26 Juli 2024 pada pukul 08.00 – 16.00 WIB. Adapun museum peserta pameran bersama ini adalah Museum BPK, Museum Biologi Fakultas Biologi UGM, Museum Bank Mandiri, Museum Deli Serdang, Museum Neka Art Bali, Museum Penerangan, Museum Radya Pustaka, Museum Rumah Budaya Kratonan, Museum Kretek Kudus, Museum dan Cagar Budaya, Museum Ranggawarsita, Museum Sandi, Museum Akademi Kepolisian, Museum Geologi, Museum Bank Indonesia, dan tuan rumah Museum Pers Nasional.
Pada kesempatan tersebut Museum Biologi menampilkan koleksi tengkorak hewan, yakni tengkorak kijang, babirusa, dan macan tutul. Selain itu, ada media interaktif pengamatan mikroskopis jaringan tumbuhan yang dapat dicoba oleh pengunjung pameran. Event pameran ini mendapat respon positif dari masyarakat Surakarta, khususnya sekolah-sekolah dari tingkat TK sampai mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pengunjung harian yang membludak sekitar 1500 sampai 3000 orang dari estimasi target pengunjung 500 orang/hari.
Pameran tersebut merupakan agenda rutin tahunan Monumen Pers Nasional yang dilaksanakan setiap bulan Juli bertepatan dengan tahun ajaran baru. Harapannya, kegiatan pameran dapat menumbuhkan literasi dan minat berkunjung ke museum mengingat saat ini juga berbarengan dengan siswa-siswa masuk sekolah.
[sangar-slider id=1860]
Tanggal 3-4 Juni 2024 Museum Biologi menerima kunjungan dari Sekolah Tahffidz Anak Usia Dini (TAUD) Abdurrahman bin Auf Bantul Yogyakarta. Kunjungan ini terdiri dari anak KB dan TK A sejumlah 144 anak. Kegiatan ini bertujuan agar siswa menambah wawasan seputar flora dan fauna. Anak-anak tour keliling museum dan melakukan pengamatan mikroskopis dengan didampingi pengelola museum. Semoga kegiatan trip education ini memberikan pengalaman baru bagi anak-anak usia dini.
[sangar-slider id=1801]
WKM merupakan kependekan dari Wajib Kunjung Museum. WKM adalah salah satu program Dinas Kebudayaan DIY yang dilaksanakan oleh Bidang Permuseuman sejak tahun 2013 sd. sekarang. WKM dicetuskan oleh pemerintah DIY untuk menjadikan museum sebagai salah satu pusat pembelajaran, penelitian dan rekreasi bagi pelajar di DIY. Program WKM ini telah memfasilitasi sekolah-sekolah agar melaksanakan salah satu kegiatan di luar sekolah dalam bentuk kunjung museum sekaligus berperan dalam mengembangkan wawasan, terutama di kalangan pelajar. Museum Biologi sebagai salah satu museum khusus bidang ilmu pengetahuan alam ramai dikunjungi rombongan WKM dari sekolah-sekolah di Yogyakarta. Bulan Februari ini kunjungan rombongan dari WKM sebanyak 3 (tiga) rombongan, yakni MI Muhammadiah Sodo Paliyan Gunungkidul, SDN Wonolelo Plered, dan SDN Krawitan.
[sangar-slider id=1656]
Tahun 2024 SMA Tumbuh Yogyakarta menyelenggarakan Internship Program bertema “Embrace Your Passion” yang bertempat di berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta. Kegiatan ini merupakan program magang rutin tahunan SMA Tumbuh. Museum Biologi Fakultas Biologi UGM tahun ini kembali menjadi salah satu partner kerjasama dalam Internship Program tersebut. Periode magang berlangsung selama 5 hari, yakni pada tanggal 19 – 23 Februari 2024. Peserta magang berjumlah 5 orang siswa, yakni Naifa Putri N., Alifah N., Zaki Ahsan M., Reyken Reasky K., dan Cintantya Sih N. Kegiatan selama magang didampingi Ida Suryani, sebagai pendamping lapangan. Kegiatan magang meliputi pengenalan museum, membuat infografis herbarium tanaman anggrek dan tanaman buah, praktik membuat spesimen biologi berupa herbarium kering tanaman paku (Pterydophyta). Pada hari terakhir magang penarikan siswa magang kembali ke pihak sekolah. Saat penarikan siswa magang, Ibu Archristy Natalia, edukator SMA Tumbuh menyerahkan sertifikat. Kerjasama SMA Tumbuh dengan Museum Biologi dalam kegiatan Internship Program ini semoga memberikan kemanfaatan bersama dan pengalaman kerja di museum bagi siswa.
[sangar-slider id=1632]
Awal tahun 2024 Museum Biologi Fakultas Biologi UGM mulai ramai menerima kunjungan rombongan dari kalangan pelajar, baik sekolah dari Yogyakarta maupun dari luar DIY. Di antaranya SMPN I Salatiga, SMAN I Banjar Margo Tulang Bawang Bandar Lampung, MI Cimerak Kota Tasikmalaya, SMAN I Panumbangan, dan TK Ceria Demangfan Baru. Energi positif ini diharapkan sampai dengan sepanjang tahun ini. Pengunjung ingin berwisata sambil belajar ilmu biologi. Selain mendapatkan pelayanan pemanduan oleh petugas museum, para pengunjung tersebut juga dapat melakukan pengamatan mikroskopis preparat jaringan tumbuhan. Kini museum dapat dijadikan tujuan wisata pendidikan ilmu pengetahuan alam bagi generasi muda, tidak hanya untuk mengenal lebih jauh keanekaragaman hayati Indonesia, tetapi sekaligus untuk membangun kesadaran pentingnya menjaga keseimbangan alam dan lingkungan serta aktif dalam upaya konservasi hayati. Hal ini dirasa penting karena jika tidak dibangun maka generasi muda tidak akan dapat mengenal dan menjaga kekayaan hayati bangsanya sendiri dengan baik.
[sangar-slider id=1249]