• UGM
  • Fakultas Biologi
  • Barahmus DIY
  • Dinas Kebudyaan DIY
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Museum Biologi
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Koleksi
    • Koleksi Biologika
      • Hewan
      • Tumbuhan
    • Koleksi Historika
    • Koleksi Etnografi
    • Koleksi Arkeologika
  • Publikasi
  • Prosedur
  • Hewan
  • Beranda
  • SDGS
  • SDGS
Arsip:

SDGS

Partisipasi Staf Museum Biologi dalam Senam Bersama BARAHMUS DIY di Museum Gunungapi Merapi.

Berita Jumat, 20 Desember 2024

Pada tanggal 20 Desember 2024, staf Museum Biologi berpartisipasi dalam acara senam rutin yang diselenggarakan oleh BARAHMUS DIY di Museum Gunungapi Merapi, Sleman, Yogyakarta. Acara ini didukung oleh Dinas Kebudayaan DIY dan Dinas Kebudayaan Sleman, bertujuan untuk mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan di antara staf museum dan masyarakat setempat.


Sesi senam ini bukan hanya sekadar aktivitas fisik; ini adalah perayaan keragaman budaya dan keterlibatan komunitas. Peserta dari berbagai latar belakang berkumpul bersama, menunjukkan semangat non-diskriminasi dan inklusivitas. Acara ini menyoroti pentingnya kesehatan dan kebugaran dalam mencapai standar hidup dasar, yang merupakan aspek penting dari pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Selama sesi senam, peserta terlibat dalam berbagai rutinitas yang menekankan kesehatan kardiovaskular, fleksibilitas, dan kekuatan. Suasana dipenuhi dengan antusiasme saat anggota staf Museum Biologi bergandeng tangan dengan anggota komunitas, meruntuhkan batasan dan membangun rasa persatuan. Kolaborasi ini adalah bukti kekuatan keragaman budaya dalam meningkatkan inisiatif kesehatan masyarakat.

Saat sesi berakhir, peserta mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas yang bermakna ini. Staf Museum Biologi menekankan pentingnya olahraga teratur dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.

Kolaborasi antara BARAHMUS DIY, Dinas Kebudayaan DIY, dan Dinas Kebudayaan Sleman mencerminkan pendekatan holistik terhadap pengembangan komunitas. Dengan memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan, organisasi-organisasi ini berkontribusi pada pengembangan keseluruhan wilayah, memastikan bahwa standar hidup dasar terpenuhi untuk semua anggota komunitas.

Dalam beberapa bulan mendatang, BARAHMUS DIY berencana untuk terus menyelenggarakan acara serupa, mendorong lebih banyak partisipasi dari berbagai sektor masyarakat. Museum Biologi berkomitmen untuk mendukung inisiatif ini, menyadari bahwa komunitas yang sehat sangat penting untuk kemajuan upaya budaya dan ilmiah.

Acara di Museum Gunungapi Merapi ini tidak hanya mempromosikan kesehatan fisik tetapi juga memperkuat nilai-nilai inklusivitas dan penghormatan terhadap keragaman budaya. Saat komunitas bersatu untuk saling mendukung, mereka membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah dan sehat bagi semua.

PERAWATAN KOLEKSI MUSEUM BIOLOGI “KOLEKSI BURUNG”

Berita Rabu, 18 Desember 2024

Pada tanggal 18 Desember 2024, Museum Biologi UGM melakukan perawatan berkala terhadap koleksi biologi, dengan fokus khusus pada koleksi burung bulan ini. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen museum untuk pendidikan berkelanjutan, memastikan bahwa kekayaan biodiversitas yang diwakili dalam koleksinya dilestarikan untuk generasi mendatang.


Proses perawatan ini sangat penting untuk keawetan koleksi museum. Dengan merawat spesimen secara rutin, museum bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi dasar dalam biodiversitas dan pentingnya konservasi di kalangan pengunjung dan siswa. Museum ini berfungsi sebagai platform pendidikan, mempromosikan kesadaran tentang berbagai spesies hewan dan perannya dalam ekosistem.

Selama perawatan bulan ini, staf museum dengan teliti memeriksa spesimen burung untuk mencari tanda-tanda kerusakan atau penurunan kualitas. Tujuannya adalah untuk mengembalikan barang-barang yang rusak ke kondisi semula, memastikan bahwa koleksi tetap utuh dan informatif. Proses ini tidak hanya melestarikan spesimen fisik tetapi juga memperkuat nilai edukatif yang mereka tawarkan.

Museum Biologi UGM memainkan peran penting dalam pendidikan dasar, terutama di bidang biologi dan ilmu lingkungan. Dengan memamerkan berbagai spesies yang beragam, museum membantu menumbuhkan pemahaman tentang biodiversitas dan saling keterkaitan kehidupan. Ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya yang berfokus pada pendidikan berkualitas dan praktik berkelanjutan.

Upaya museum dalam merawat koleksinya bukan hanya tentang pelestarian; tetapi juga tentang menginspirasi generasi ilmuwan dan konservasionis berikutnya. Dengan memberikan akses kepada spesimen yang terawat dengan baik, museum mendorong siswa untuk menjelajahi karir di bidang biologi, ekologi, dan ilmu lingkungan.

Lebih jauh lagi, Museum Biologi UGM bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan untuk mempromosikan pendidikan dasar dalam biodiversitas. Kemitraan ini meningkatkan pengalaman belajar bagi siswa, memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan spesimen nyata dan memahami implikasi praktis dari studi mereka.

Seiring museum melanjutkan komitmennya terhadap pendidikan berkelanjutan, ia tetap bertekad untuk meningkatkan koleksinya dan memastikan bahwa koleksi tersebut berfungsi sebagai sumber daya yang berharga bagi generasi saat ini dan mendatang. Perawatan berkala terhadap koleksi burung adalah salah satu dari banyak langkah yang diambil untuk mencapai tujuan ini.

Sebagai kesimpulan, perawatan berkala Museum Biologi UGM terhadap koleksinya adalah bukti dedikasinya untuk melestarikan biodiversitas dan mempromosikan pendidikan. Dengan fokus pada perawatan koleksi burungnya, museum tidak hanya melindungi asetnya tetapi juga memperkaya pengalaman edukatif pengunjungnya, menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap dunia alami.

SDGs : 4, 15

Kunjungan Prodi Pendidikan Biologi Sanata Dharma di Museum Biologi

Berita Senin, 4 November 2024

Pada hari Senin, 4 November 2024, pukul 12.00, Museum Biologi menerima kunjungan dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Kunjungan ini merupakan bagian dari praktikum mata kuliah Struktur, Perkembangan, dan Fungsi Hewan. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi program kunjungan rutin yang dirancang untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa mengenai metode pengawetan hewan vertebrata yang telah dipelajari melalui literatur sebelumnya.

Sebanyak 39 peserta hadir dalam kunjungan ini, terdiri dari 35 mahasiswa, 2 asisten, dan 2 dosen. Mereka disambut oleh petugas pemelihara koleksi museum, FX. Sugiyo Pranoto, yang memberikan penjelasan mengenai metode pengawetan spesimen biologi. Mahasiswa diajak untuk mengamati taksidermi, rangka, dan awetan basah, serta berdiskusi mengenai jenis hewan yang akan dibuat awetan.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan bekal penting bagi mahasiswa dalam pembuatan awetan pada praktikum selanjutnya. Dengan mengamati aplikasi nyata dari pengetahuan teoritis mereka, mahasiswa dapat lebih memahami seluk-beluk pengawetan biologi. Pengalaman langsung ini sangat penting dalam menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap materi pelajaran dan meningkatkan perjalanan belajar mereka.

Selain itu, interaksi dengan staf museum memungkinkan mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan dan mengklarifikasi keraguan mengenai teknik pengawetan. Keterlibatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman mereka tetapi juga mendorong pemikiran kritis dan rasa ingin tahu tentang ilmu biologi. Kunjungan ke museum ini mencontohkan pentingnya akses terhadap pendidikan, karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kelas.

Museum Biologi, dengan koleksi spesimen yang luas, menjadi sumber daya yang sangat berharga bagi mahasiswa yang mengejar karir di bidang biologi dan pendidikan. Dengan memfasilitasi kunjungan semacam ini, institusi pendidikan dapat menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoritis dan aplikasi praktis, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait pendidikan berkualitas dan peluang belajar sepanjang hayat.

Saat mahasiswa menjelajahi museum, mereka mengungkapkan antusiasme dan keinginan untuk menerapkan apa yang mereka pelajari dalam sesi praktikum mendatang. Pengalaman ini tidak hanya memperkuat pengetahuan akademis mereka tetapi juga menginspirasi mereka untuk melanjutkan studi dan penelitian lebih lanjut di bidang biologi.

Sebagai kesimpulan, kunjungan ke Museum Biologi merupakan langkah signifikan dalam meningkatkan pengalaman pendidikan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi di Universitas Sanata Dharma. Kunjungan ini menyoroti pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman dan peran museum dalam menyediakan akses terhadap pendidikan. Inisiatif semacam ini sangat penting dalam membina generasi mendatang pendidik dan ilmuwan yang akan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Universitas Gadjah Mada

Museum Biologi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sultan Agung No 22 Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta

 (+62274) 376740

 

0821-3488-9187

 

 mus_bio@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY