• UGM
  • Fakultas Biologi
  • Barahmus DIY
  • Dinas Kebudyaan DIY
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Museum Biologi
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Koleksi
    • Koleksi Biologika
      • Hewan
      • Tumbuhan
    • Koleksi Historika
    • Koleksi Etnografi
    • Koleksi Arkeologika
  • Publikasi
  • Prosedur
  • Hewan
  • Beranda
  • SDG 4 : Pendidikan Berkualitas
  • SDG 4 : Pendidikan Berkualitas
Arsip:

SDG 4 : Pendidikan Berkualitas

Rapat Koordinasi Program RCE Youth Yogyakarta di Museum Biologi

Kegiatan Rabu, 18 Februari 2026

Yogyakarta, 13 Februari 2026 – Universitas Gadjah Mada melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) menyelenggarakan rapat koordinasi program Regional Centre of Expertise (RCE) Youth Yogyakarta di Ruang IX Museum Biologi UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UGM sebagai Koordinator RCE Yogyakarta dalam mengembangkan program Education for Sustainable Development (ESD) untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Rapat ini melibatkan berbagai mitra komunitas dan organisasi, di antaranya Rumah Belajar WIT, Rumah Baca Suryowinoto, Desamine Jogja, Komunitas Sekolah Marjinal, Gerakan Cinta Code Jogjakarta, Difapedia, Sayur Sleman, dan Go English–English Literacy School.

Pertemuan ini bertujuan memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas program, serta menyusun langkah strategis pengembangan pendidikan berkelanjutan berbasis masyarakat. Melalui program RCE Youth Yogyakarta, UGM berkomitmen mendukung penguatan kapasitas generasi muda dan komunitas dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan.

Museum Biologi Hadiri Seminar tentang Digitalisasi, AI, dan Teknologi Modern

Berita Rabu, 26 Maret 2025

Yogyakarta, 25 Maret 2025 Museum Biologi berpartisipasi dalam seminar bertajuk Digitalisation, Artificial Intelligence/AI, Digital Technology, Museum Presentation & Augmented Reality, 3D Technology & IT Security yang diadakan di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dan diselenggarakan oleh Museum dan Cagar Budaya bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Ceko di Jakarta.

Seminar ini diikuti perwakilan dari 18 museum di wilayah Yogyakarta, menyoroti pentingnya akses yang setara terhadap pendidikan dan berbagi pengetahuan di antara lembaga-lembaga budaya. Museum Biologi diwakili oleh Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng. (Kepala Museum Biologi) dan Ida Suryani (Petugas Pemelihara Koleksi dan Museum). Partisipasi mereka menunjukkan komitmen museum untuk merangkul kreativitas dan inovasi di tengah kemajuan teknologi yang pesat.

Tujuan utama seminar ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengelolaan museum dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan teknologi informasi di era modern. Seiring dengan semakin banyaknya museum yang mengadopsi teknologi baru, kebutuhan akan akses yang setara terhadap sumber daya ini menjadi sangat penting, memastikan bahwa semua lembaga dapat memanfaatkan kemajuan dalam presentasi dan keterlibatan digital.

Dua pembicara terkemuka hadir dalam seminar ini: Michal Lukes, PhDr., Ph.D. (Kepala Museum Nasional Ceko) dan Jauhari Chusbiantoro, SS., M.A. (Ahli Museum dan Cagar Budaya). Wawasan mereka tentang integrasi teknologi digital dalam praktik museum memberikan perspektif berharga tentang bagaimana lembaga dapat memanfaatkan alat ini untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dan jangkauan pendidikan.

Diskusi menekankan peran augmented reality dan teknologi 3D dalam menciptakan pengalaman imersif bagi pengunjung museum. Dengan menggabungkan teknologi inovatif ini, museum dapat mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang koleksi mereka dan melibatkan audiens dengan cara yang baru dan menarik. Ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan mempromosikan akses pendidikan dan mendorong kreativitas serta inovasi di lembaga budaya.

Selain itu, seminar ini juga membahas pentingnya keamanan TI di era digital. Seiring dengan digitalisasi koleksi dan operasi museum, melindungi informasi sensitif menjadi sangat penting. Para pembicara menyoroti praktik terbaik untuk memastikan perlindungan data dan menjaga integritas sumber daya museum di dunia yang semakin terhubung.

Acara ini juga berfungsi sebagai platform untuk jaringan dan kolaborasi di antara para profesional museum. Peserta saling bertukar ide dan pengalaman, membangun rasa komunitas dan tujuan bersama dalam memajukan peran museum dalam masyarakat. Semangat kolaboratif ini sangat penting untuk mencapai akses yang setara terhadap sumber daya pendidikan dan mempromosikan warisan budaya.

Sebagai kesimpulan, seminar di Museum Benteng Vredeburg menandai langkah signifikan menuju pemberdayaan museum dengan pengetahuan dan alat yang diperlukan untuk berkembang di era digital. Partisipasi aktif Museum Biologi mencerminkan dedikasinya untuk merangkul perubahan dan inovasi, memastikan bahwa museum tetap menjadi sumber vital untuk pendidikan dan pelestarian budaya di Yogyakarta dan sekitarnya.

 

 

[sangar-slider id=2098]

Bagikan Bingkisan Lebaran, Museum Biologi Pererat Hubungan Dengan Masyarakat Sekitar

Kegiatan Kamis, 20 Maret 2025

Pada hari Rabu, 19 Maret 2025, Museum Biologi Universitas Gadjah Mada mengadakan program bina lingkungan, berupa pemberian bingkisan lebaran kepada komunitas parkir dan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar museum. Kegiatan dimulai pada pukul 10:00 dan berlanjut hingga semua aktivitas selesai. Tahun ini Museum Biologi membagikan 20 pack bingkisan lebaran, menandai upaya signifikan untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitar museum.

Program ini merupakan agenda rutin tahunan yang mencerminkan komitmen museum terhadap tanggung jawab sosial dan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mempromosikan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan memberikan bingkisan ini, museum bertujuan untuk mendukung para pedagang lokal dan mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar.

Pembagian bingkisan lebaran bukan hanya sekadar tindakan amal; ini adalah cara untuk membangun hubungan dan menciptakan rasa memiliki di antara anggota komunitas. Museum menyadari pentingnya pendidikan dan stabilitas ekonomi dalam meningkatkan kualitas hidup mereka yang tinggal di sekitar. Dengan melibatkan para pedagang lokal, museum juga mendukung ekonomi lokal, yang sangat penting untuk pembangunan berkelanjutan.

Upaya museum ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengintegrasikan keterlibatan komunitas ke dalam misinya. Dengan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lokal, museum bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif di mana pendidikan dan peluang ekonomi dapat diakses oleh semua. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan peran museum sebagai lembaga pendidikan tetapi juga memperkuat posisinya sebagai mitra komunitas.

Saat acara berakhir, banyak anggota komunitas mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas dukungan dan pengakuan dari museum. Senyum di wajah mereka mencerminkan dampak positif dari inisiatif semacam itu dalam kehidupan mereka. Komitmen Museum Biologi terhadap tanggung jawab sosial sangat jelas, dan ini menjadi model bagi institusi lain untuk diikuti.

Sebagai kesimpulan, acara distribusi bingkisan lebaran di Museum Biologi adalah langkah signifikan menuju pembangunan masa depan yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

[sangar-slider id=2074]

Museum Biologi Terima Kunjungan dari Mahasiswa International Summer Course Western Sydney University (WSU)

Berita Kamis, 23 Januari 2025

Rabu, 22 Januari 2025 Museum Biologi menerima kunjungan mahasiswa dan dosen dari Western Sydney University. Acara ini merupakan kegiatan International Summer Schoo (ISC) yang diadakan oleh Fakultas Biologi UGM, di mana salah satu kegiatannya adalah mengunjungi museum. Kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan dengan memberikan kesempatan unik bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan spesimen biologi dan mempelajari sejarah serta proses kurasi museum. Peserta ISC diterima oleh Donan Satria Yudha, S.Si.,M.Sc. Peserta mendengarkan pemaparan materi sejarah museum, spesimen Museum Biologi dan kurasi koleksi. Selesai materi, peserta diajak tour melihat pameran di museum dan juga melihat ruang workshop, sebagai tempat penanganan koleksi dari kegiatan pembuatan awetan sampai kegiatan konservasi. Sebelum melanjutkan kunjungan ke tempat lain, peserta ISC tidak lupa membeli souvenir Museum Biologi yang berupa awetan resin serangga dalam bentuk gantungan kunci. Selain untuk pembelajaran keanekaragaman hayati Indonesia, Museum Biologi menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi karena tidak hanya menyimpan koleksi Biologi, tetapi juga sejarah bangunan museum merupakan bangunan cagar budaya, eks rumah tempat tinggal opsir Belanda.

Bagi peserta, kegiatan Summer Course di Museum Biologi sarat akan nilai pembelajaran dan akademik. Melalui kegiatan ini liburan menjadi sesuatu menyenangkan sekaligus bermanfaat.

 

[sangar-slider id=2067]

Pameran Tematik “Musaceae” di Museum Biologi

Kegiatan Selasa, 14 Januari 2025

Pada Januari 2025 Museum Biologi meluncurkan pameran tematik baru berjudul “Musaceae ” atau suku pisang-pisangan. Pameran seri botani ini merupakan salah satu program pengembangan koleksi museum.  Pameran ini bertujuan untuk menginspirasi generasi muda agar terlibat dalam pelestarian nilai-nilai budaya dan konservasi tanaman Musaceae. Pameran temporer ini menggali Musacea dan signifikansinya. Famili Musaceae tidak hanya penting karena nilai nutrisinya, tetapi juga memainkan peran penting dalam praktik budaya berbagai komunitas di Indonesia. Herbarium kering Musaceae koleksi Museum Biologi yang ditampilkan di antaranya : pisang kepok, pisang susu, pisang raja, pisang batu, pisang dsb.  Sajian pameran ini memberikan edukasi Musaceae, khususnya pada aspek biologi dan pertanian berkelanjutan. Ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya pendidikan dalam mempromosikan praktik berkelanjutan. Selain menyajikan koleksi herbarium, pameran “Musaceae” juga menampilkan dokumentasi pemanfaatan Musaceae dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penggunaan kuliner hingga upacara tradisional sehingga dapat menciptakan ruang yang hidup di mana budaya, pendidikan, dan keberlanjutan saling berinteraksi.
Pameran “Musaceae” diharapkan akan menginspirasi tindakan menuju konservasi warisan budaya dan alam. Dengan menumbuhkan hubungan antara komunitas dan lingkungan, museum berharap dapat berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan yang lebih luas. Sebagai kesimpulan, pameran tematik “Musaceae” di Museum Biologi merupakan langkah signifikan menuju mempromosikan pendidikan dan kesadaran konservasi botani dan warisan budaya.
[sangar-slider id=2019]

Partisipasi Staf Museum Biologi dalam Senam Bersama BARAHMUS DIY di Museum Gunungapi Merapi.

Berita Jumat, 20 Desember 2024

Pada tanggal 20 Desember 2024, staf Museum Biologi berpartisipasi dalam acara senam rutin yang diselenggarakan oleh BARAHMUS DIY di Museum Gunungapi Merapi, Sleman, Yogyakarta. Acara ini didukung oleh Dinas Kebudayaan DIY dan Dinas Kebudayaan Sleman, bertujuan untuk mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan di antara staf museum dan masyarakat setempat.


Sesi senam ini bukan hanya sekadar aktivitas fisik; ini adalah perayaan keragaman budaya dan keterlibatan komunitas. Peserta dari berbagai latar belakang berkumpul bersama, menunjukkan semangat non-diskriminasi dan inklusivitas. Acara ini menyoroti pentingnya kesehatan dan kebugaran dalam mencapai standar hidup dasar, yang merupakan aspek penting dari pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Selama sesi senam, peserta terlibat dalam berbagai rutinitas yang menekankan kesehatan kardiovaskular, fleksibilitas, dan kekuatan. Suasana dipenuhi dengan antusiasme saat anggota staf Museum Biologi bergandeng tangan dengan anggota komunitas, meruntuhkan batasan dan membangun rasa persatuan. Kolaborasi ini adalah bukti kekuatan keragaman budaya dalam meningkatkan inisiatif kesehatan masyarakat.

Saat sesi berakhir, peserta mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas yang bermakna ini. Staf Museum Biologi menekankan pentingnya olahraga teratur dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.

Kolaborasi antara BARAHMUS DIY, Dinas Kebudayaan DIY, dan Dinas Kebudayaan Sleman mencerminkan pendekatan holistik terhadap pengembangan komunitas. Dengan memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan, organisasi-organisasi ini berkontribusi pada pengembangan keseluruhan wilayah, memastikan bahwa standar hidup dasar terpenuhi untuk semua anggota komunitas.

Dalam beberapa bulan mendatang, BARAHMUS DIY berencana untuk terus menyelenggarakan acara serupa, mendorong lebih banyak partisipasi dari berbagai sektor masyarakat. Museum Biologi berkomitmen untuk mendukung inisiatif ini, menyadari bahwa komunitas yang sehat sangat penting untuk kemajuan upaya budaya dan ilmiah.

Acara di Museum Gunungapi Merapi ini tidak hanya mempromosikan kesehatan fisik tetapi juga memperkuat nilai-nilai inklusivitas dan penghormatan terhadap keragaman budaya. Saat komunitas bersatu untuk saling mendukung, mereka membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah dan sehat bagi semua.

PERAWATAN KOLEKSI MUSEUM BIOLOGI “KOLEKSI BURUNG”

Berita Rabu, 18 Desember 2024

Pada tanggal 18 Desember 2024, Museum Biologi UGM melakukan perawatan berkala terhadap koleksi biologi, dengan fokus khusus pada koleksi burung bulan ini. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen museum untuk pendidikan berkelanjutan, memastikan bahwa kekayaan biodiversitas yang diwakili dalam koleksinya dilestarikan untuk generasi mendatang.


Proses perawatan ini sangat penting untuk keawetan koleksi museum. Dengan merawat spesimen secara rutin, museum bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi dasar dalam biodiversitas dan pentingnya konservasi di kalangan pengunjung dan siswa. Museum ini berfungsi sebagai platform pendidikan, mempromosikan kesadaran tentang berbagai spesies hewan dan perannya dalam ekosistem.

Selama perawatan bulan ini, staf museum dengan teliti memeriksa spesimen burung untuk mencari tanda-tanda kerusakan atau penurunan kualitas. Tujuannya adalah untuk mengembalikan barang-barang yang rusak ke kondisi semula, memastikan bahwa koleksi tetap utuh dan informatif. Proses ini tidak hanya melestarikan spesimen fisik tetapi juga memperkuat nilai edukatif yang mereka tawarkan.

Museum Biologi UGM memainkan peran penting dalam pendidikan dasar, terutama di bidang biologi dan ilmu lingkungan. Dengan memamerkan berbagai spesies yang beragam, museum membantu menumbuhkan pemahaman tentang biodiversitas dan saling keterkaitan kehidupan. Ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya yang berfokus pada pendidikan berkualitas dan praktik berkelanjutan.

Upaya museum dalam merawat koleksinya bukan hanya tentang pelestarian; tetapi juga tentang menginspirasi generasi ilmuwan dan konservasionis berikutnya. Dengan memberikan akses kepada spesimen yang terawat dengan baik, museum mendorong siswa untuk menjelajahi karir di bidang biologi, ekologi, dan ilmu lingkungan.

Lebih jauh lagi, Museum Biologi UGM bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan untuk mempromosikan pendidikan dasar dalam biodiversitas. Kemitraan ini meningkatkan pengalaman belajar bagi siswa, memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan spesimen nyata dan memahami implikasi praktis dari studi mereka.

Seiring museum melanjutkan komitmennya terhadap pendidikan berkelanjutan, ia tetap bertekad untuk meningkatkan koleksinya dan memastikan bahwa koleksi tersebut berfungsi sebagai sumber daya yang berharga bagi generasi saat ini dan mendatang. Perawatan berkala terhadap koleksi burung adalah salah satu dari banyak langkah yang diambil untuk mencapai tujuan ini.

Sebagai kesimpulan, perawatan berkala Museum Biologi UGM terhadap koleksinya adalah bukti dedikasinya untuk melestarikan biodiversitas dan mempromosikan pendidikan. Dengan fokus pada perawatan koleksi burungnya, museum tidak hanya melindungi asetnya tetapi juga memperkaya pengalaman edukatif pengunjungnya, menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap dunia alami.

SDGs : 4, 15

Eksperimen Sains Reaksi Redoks di Embung Giwangan

Berita Rabu, 4 Desember 2024

Pada tanggal 4 Desember 2024 Museum Biologi berpartisipasi dalam Pameran Museum “Bara Kumara” melalui program Eksperimen Sains Reaksi Redoks.” Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya yang berfokus pada makanan dan kesehatan. SDGs adalah seperangkat tujuan global yang memerlukan upaya kolektif untuk mencapainya. Setiap kontribusi kecil sangat berarti dalam mewujudkan tujuan ini. Generasi muda, sebagai pemimpin masa depan bangsa, memainkan peran penting sebagai agen perubahan dalam upaya ini. Dengan terlibat dalam kegiatan edukasi seperti Eksperimen Sains Reaksi Redoks, mereka dapat lebih memahami peran mereka dalam mempromosikan keberlanjutan dan kesehatan.

Eksperimen Sains Reaksi Redoks dirancang untuk memperkenalkan peserta muda pada dunia menarik reaksi kimia, khususnya reaksi redoks. Reaksi ini sangat penting dalam berbagai proses biologis, termasuk metabolisme dan kemampuan tubuh untuk melawan radikal bebas. Memahami konsep-konsep ini sangat penting untuk membentuk generasi yang menghargai sains dan aplikasinya dalam kesehatan dan nutrisi. Selain aspek ilmiah, program ini juga menekankan pentingnya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, terutama yang tinggi antioksidan, yang berperan signifikan dalam menetralkan radikal bebas dalam tubuh. Dengan mendidik kaum muda tentang manfaat pola makan sehat, Museum Biologi bertujuan untuk menanamkan kebiasaan seumur hidup yang berkontribusi pada kesejahteraan secara keseluruhan. Kegiatan ini berupa eksperimen langsung di mana peserta dapat mengamati reaksi redoks dengan dengan menggunakan ekstrak sayuran dan buah berwarna yang ditetesi dengan larutan asam dan basa. Pendekatan interaktif ini tidak hanya membuat pembelajaran menyenangkan tetapi juga memperkuat aplikasi praktis sains dalam kehidupan sehari-hari.

Eksperimen Sains Reaksi Redoks di Taman Budaya Embung Giwangan tidak hanya sekadar demonstrasi sains, tetapi juga langkah menuju memberdayakan generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam kesehatan dan lingkungan mereka.

[sangar-slider id=1904]

Kunjungan Prodi Pendidikan Biologi Sanata Dharma di Museum Biologi

Berita Senin, 4 November 2024

Pada hari Senin, 4 November 2024, pukul 12.00, Museum Biologi menerima kunjungan dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Kunjungan ini merupakan bagian dari praktikum mata kuliah Struktur, Perkembangan, dan Fungsi Hewan. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi program kunjungan rutin yang dirancang untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa mengenai metode pengawetan hewan vertebrata yang telah dipelajari melalui literatur sebelumnya.

Sebanyak 39 peserta hadir dalam kunjungan ini, terdiri dari 35 mahasiswa, 2 asisten, dan 2 dosen. Mereka disambut oleh petugas pemelihara koleksi museum, FX. Sugiyo Pranoto, yang memberikan penjelasan mengenai metode pengawetan spesimen biologi. Mahasiswa diajak untuk mengamati taksidermi, rangka, dan awetan basah, serta berdiskusi mengenai jenis hewan yang akan dibuat awetan.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan bekal penting bagi mahasiswa dalam pembuatan awetan pada praktikum selanjutnya. Dengan mengamati aplikasi nyata dari pengetahuan teoritis mereka, mahasiswa dapat lebih memahami seluk-beluk pengawetan biologi. Pengalaman langsung ini sangat penting dalam menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap materi pelajaran dan meningkatkan perjalanan belajar mereka.

Selain itu, interaksi dengan staf museum memungkinkan mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan dan mengklarifikasi keraguan mengenai teknik pengawetan. Keterlibatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman mereka tetapi juga mendorong pemikiran kritis dan rasa ingin tahu tentang ilmu biologi. Kunjungan ke museum ini mencontohkan pentingnya akses terhadap pendidikan, karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kelas.

Museum Biologi, dengan koleksi spesimen yang luas, menjadi sumber daya yang sangat berharga bagi mahasiswa yang mengejar karir di bidang biologi dan pendidikan. Dengan memfasilitasi kunjungan semacam ini, institusi pendidikan dapat menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoritis dan aplikasi praktis, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait pendidikan berkualitas dan peluang belajar sepanjang hayat.

Saat mahasiswa menjelajahi museum, mereka mengungkapkan antusiasme dan keinginan untuk menerapkan apa yang mereka pelajari dalam sesi praktikum mendatang. Pengalaman ini tidak hanya memperkuat pengetahuan akademis mereka tetapi juga menginspirasi mereka untuk melanjutkan studi dan penelitian lebih lanjut di bidang biologi.

Sebagai kesimpulan, kunjungan ke Museum Biologi merupakan langkah signifikan dalam meningkatkan pengalaman pendidikan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi di Universitas Sanata Dharma. Kunjungan ini menyoroti pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman dan peran museum dalam menyediakan akses terhadap pendidikan. Inisiatif semacam ini sangat penting dalam membina generasi mendatang pendidik dan ilmuwan yang akan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Universitas Gadjah Mada

Museum Biologi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sultan Agung No 22 Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta

 (+62274) 376740

 

0821-3488-9187

 

 mus_bio@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY