• UGM
  • Fakultas Biologi
  • Barahmus DIY
  • Dinas Kebudyaan DIY
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Museum Biologi
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah Singkat
    • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Koleksi
    • Koleksi Biologika
      • Hewan
      • Tumbuhan
    • Koleksi Historika
    • Koleksi Etnografi
    • Koleksi Arkeologika
  • Publikasi
  • Prosedur
  • Hewan
  • Beranda
  • Pos oleh
  • hal. 8
Pos oleh :

ida_suryani

Layanan Kunjungan Rombongan dari SMA Muhammadiyah I Klaten dan SDN Legundi II

Berita Sabtu, 2 November 2019

Sabtu, 2 November 2019 Museum Biologi menerima kunjungan rombongan dari SMA Muhammadiyah I Klaten dan SDN Legundi II. Rombongan SDN Legundi II berjumlah 48 peserta yang terdiri dari siswa kelas 4 & kelas 5, komite sekolah &wali murid, guru &karyawan. Rombongan SMA Muhammadiyah I Klaten berjumlah 71 orang peserta yang terdiri dari siswa kelas x dan guru pendamping. Kunjungan ini bertujuan pengembangan materi pembelajaran kelas sekaligus wisata edukasi. Selain itu, kunjungan ini dapat memupuk rasa cinta tanah air siswa-siswi melalui kekayaan flora fauna Indonesia yang ada di museum.

 

[sangar-slider id=404]

Museum Biologi UGM membantu BKKPN Kupang dalam kegiatan rekonstruksi rangka lumba-lumba

Berita Jumat, 4 Oktober 2019

Kepala Museum Biologi UGM (Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc.) dan Tenaga Teknis Musbio (FX Sugiyo Pranoto,S.Si.) pada tanggal 30 September 2019 berangkat ke Kupang, NTT. Mereka berdua diundang oleh BKKPN Kupang untuk membantu dalam proses penggalian kuburan lumba-lumba & rekonstruksi rangkanya. Kegiatan ini dimulai tanggal 1 sd 3 Oktober 2019 di Kupang, NTT.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiasi kerjasama Fakultas Biologi UGM dengan BKKPN Kupang. Kegiatan ini dipimpin oleh Bapak Imam Fauzi, S.S., M.Eng. (Kepala Seksi Program & Evaluasi, BKKPN Kupang) dan dibantu oleh Pak Adi Yunanto, S.Si., M.S.E. (Staf Seksi Program & Evaluasi, yang juga Alumni Fakultas Biologi UGM angkatan tahun 1999).

Kuburan lumba-lumba tersebut berada di area kantor BKKPN Kupang, NTT. Lumba-lumba yang dikuburkan tersebut awalnya ditemukan warga terdampar, dalam kondisi sudah mati dan membusuk, di Pelabuhan ASDP Tenau, Kota Kupang, pada tanggal 6 April 2017. Kemudian warga menghubungi Unit Reaksi Cepat BKKPN Kupang, untuk dicatat dan dikuburkan. Setelah 2 tahun berlalu, BKKPN Kupang ingin membuat memanfaatkan rangka lumba-lumba tersebut dalam pusat informasi mengenai pengenalan mammal laut. Tekait hal tersebut, BKKPN Kupang kemudian menghubungi Museum Biologi UGM karena ingin membuat spesimen rangka lumba-lumba. Kami dari Museum Biologi UGM bersedia untuk membantu. Lumba-lumba yang dibuat awetan rangka tersebut, kemungkinan besar jenis Tursiops truncatus (lumba-lumba paruh botol).

Penggalian kuburan lumba-lumba dilakukan pagi hari pada hari Senin, 30 September 2019.  Proses rekonstruksi rangka dilakukan di area kantor BKKPN Kupang, dimulai dengan pembersihan rangka dari sedimen atau tanah yang menempel dan pengurutan susunan dan letak rangka. Bapak Imam Fauzi dan Pak Adi Yunanto dari BKKPN Kupang membantu penuh proses penggalian hingga rekonstruksi hingga selesai pada hari Kamis, 3 Oktober 2019.

Setelah rekonstruksi jadi, menurut Pak Imam, rangka lumba-lumba tersebut akan diletakkan pada gedung Pusat Informasi yang akan dibangun oleh BKKPN Kupang. Pusat Informasi tersebut nantinya akan berisi keterangan mengenai jenis-jenis mammal laut di area konservasi wilayah kerja BKKPN Kupang. Sementara, sebelum gedung tersebut jadi, rangka tersebut akan dipajang di koridor masuk gedung kantor BKKPN Kupang di Jl. Yos Sudarso, Jurusan Bolok, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT.

[sangar-slider id=384]

Museum Biologi UGM mengajarkan pengetahuan tentang taksidermi & rangka

Berita Kamis, 3 Oktober 2019

Museum Biologi UGM menerima kunjungan dari Dosen & Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, pada tanggal 24 September 2019.

Peserta kunjungan adalah 3 dosen dengan 62 mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi, FKIP UNS.

Kunjungan tersebut merupakan kegiatan pembelajaran mengenai taksidermi dan rangka fauna vertebrata. Museum Biologi dipilih karena memiliki koleksi taksidermi dan rangka yg cukup banyak, serta staf teknis yang berpengalaman dlm pembuatan taksidermi dan rangka, yaitu Mas Frans (FX Sugiyo Pranoto, S.Si.).

Dalam kunjungannya, keenampuluhdua mahasiswa tersebut, dibagi menjadi 2 kelompok, satu kelompok berada di Meja A, yg berisi awetan taksidermi dengan narasumber Mas Frans, kemudian di Meja B berisi awetan rangka dengan narasumber Pak Donan (Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc. yang juga merupakan Kepala Museum Biologi UGM).

Mahasiswa mendengarkan dengan seksama, penjelasan dari masing-masing narasumber. Pada sesi tanya jawab, beberapa mahasiswa menanyakan mengenai ukuran hewan yang dapat dibuat taksidermi dan rangka. Selain itu, ada pertanyaan menarik mengenai fauna langka, yaitu: “apakah fauna langka boleh dibuat awetannya?” Fauna langka yang masuk kategori dilindungi Undang Undang Indonesia, harus mendapatkan ijin dari pemerintah bisa Presiden maupun Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan jika ingin dipelihara maupun dibuat awetannya. Mengenai fauna yang tidak langka dan tidak dilindungi, untuk dibuat awetannya perlu dilihat kegunaan. Fauna tersebut apakah akan dijadikan sumber pendidikan atau hal lain. Jika tidak berhubungan dengan pendidikan, sebaiknya tidak usah dibuat awetan, karena akan mengurangi populasinya di alam.

Mahasiswa tersebut mendapatkan beberapa ilmu, yaitu pengetahuan mengenai proses pembuatan taksidermi dan rangka, serta urgensi dan kepentingan dibuat awetan.

[sangar-slider id=369]

Seminar Museum Biologi UGM sebagai penutup rangkaian kegiatan “Penguatan Kelembagaan dan Peringatan Setengah Abad, Usia Emas Museum Biologi UGM”

Kegiatan Kamis, 26 September 2019

Pada hari Sabtu 21 September 2019, Museum Biologi UGM menyelenggarakan kegiatan seminar mengenai “Tumbuhan khas dan langka DIY koleksi Museum Biologi serta tanaman kopi di Indonesia”, di Ruang Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi, UGM. Seminar ini merupakan penutup dari rangkaian kegiatan “Penguatan Kelembagaan dan Peringatan Setengah Abad, Usia Emas Museum Biologi UGM”.

 

Penguatan kelembagaan yang dilakukan berupa peningkatan kemampuan staf Museum Biologi dalam hal kemampuan kerjasama baik internal antar staf maupun eksternal ke museum lain; kemampuan manajemen, serta keilmuan mengenai hewan dan tumbuhan khususnya. Selain itu, kami juga mengganti vitrin (lemari pameran) lama menjadi baru, untuk memberikan kesan kekinian dan pembaruan, agar menarik lebih banyak pengunjung.

 

Seminar dalam rangka ulang tahun Museum Biologi UGM, dimulai dengan laporan kegiatan oleh Kepala Museum Biologi UGM (Bapak Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc.), kemudian disambung oleh sambutan dari wakil Pimpinan Fakultas, yaitu Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Alumni (Bapak Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc.). Dalam sambutannya, Pak Eko memberikan apresiasi kepada Museum Biologi atas upaya untuk lebih berkembang menjadi museum sejarah alam. Beliau berharap, kedepannya Museum Biologi menjadi rujukan nasional untuk penelitian dan studi keanekaragaman hayati di Indonesia. Wakil dari Universitas yang memberikan sambutan sekaligus membuka seminar adalah Direktur Bidang Penelitian UGM (Bapak Prof. Dr. Mustofa, Apt., M.Kes.). Dalam sambutannya beliau juga mengapresiasi perkembangan Museum Biologi sejauh ini.

 

Materi seminar pertama berjudul “Tumbuhan Khas, Langka dan Berkhasiat di Indonesia” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Purnomo, M.S. Pak Purnomo memperkenalkan dan menjelaskan asal-usul dan filosofi beberapa jenis tumbuhan unggulan yang merupakan koleksi Museum Biologi. Seminar kedua berjudul “Kopi di Indonesia” yang disampaikan oleh Bapak Sulistyono, M.Si. Pak Sulis menjelaskan mengenai sejarah kopi di Indonesia dan bagaimana khasiat serta dampaknya kepada tubuh. Kedua presenter tersebut dimoderatori oleh Bapak Annas Rabbani, M.Sc. (dosen Laboratorium Sistematika Tumbuhan). Kedua presentasi tersebut direspon baik dan antusias oleh para tamu undangan yang hadir. Ditandai dengan berbagai pertanyaan serta saran yang berkaitan dengan Museum Biologi, jenis-jenis tumbuhan, tentang tanaman kopi serta berbagai hal berkaitan dengan keanekaragaman hayati.

 

Seminar ini dihadiri oleh berbagai mitra kerjasama Museum Biologi maupun Fakultas Biologi UGM, yaitu: pengurus Badan Musyawarah Musea Daerah Istimewa Yogyakarta (BARAHMUS DIY), Kepala-kepala Museum di DIY, Pengelola Taman Pintar, Balai Konservasi Sumber Daya Alam DIY (BKSDA DIY), Balai Arkeologi Yogyakarta, dan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS). Selain mitra kerja sama, Museum Biologi juga mengundang perwakilan guru-guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran biologi se-DIY (datang perwakilan dari Gunung Kidul, Bantul, Kulon Progo, Kota dan Sleman) dan Guru Biologi di sekolah yang berada disekitar Museum Biologi.

 

 

 

Bapak Donan berharap bahwa dengan diundang dan hadirnya guru-guru biologi, diharapkan mampu menjadikan Museum Biologi sebagai rujukan pembelajaran bagi siswa-siswinya.

 

Kegiatan seminar ini, ditutup dengan pidato singkat oleh wakil Pimpinan Fakultas Biologi, yaitu Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia (Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc.). Seminar Museum Biologi UGM ini diakhiri dengan makan bersama.

 

[sangar-slider id=351]

Pembukaan Open House Museum Biologi

Kegiatan Selasa, 24 September 2019

 

Museum Biologi telah memasuki usia 50 tahun, tepatnya pada tanggal 20 September 2019. Dalam rangka ulang tahun tersebut, Museum mengadakan Open House dari tanggal 16 sd 20 September 2019. Selama open house, masyarakat  dapat berkunjung ke museum secara gratis tanpa dipungut biaya. Tanggal 16 September 2019, dilakukan kegiatan pembukaan Open House Museum Biologi. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D. , Pengurus Fakultas Biologi , Pengurus Barahmus (Badan Musyawarah Musea) DIY , Kepala-kepala Museum se-DIY , serta perwakilan guru dan siswa dari sekolah-sekolah di sekitar Museum Biologi. Perwakilan sekolah yang hadir, yakni SD dan SMP BOPKRI Bintaran 2, SDN Margoyasan, SD Puro Pakualaman, SDN Sayidan, SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, SMPN 2 Yogyakarta, SMP Maria Immaculata, dan Taman Dewasa Ibu Pawiyatan.

Sebagai simbol pembukaan open house, dilakukan pemotongan pita oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D. Setelah pemotongan pita, para tamu undangan berkeliling melihat koleksi museum di ruang pamer. Koleksi museum yang ditampilkan adalah koleksi herbarium kering berupa jenis tumbuhan khas dan langka di Daerah Istimewa Yogyakarta. Bu WR P2M mengagumi koleksi museum, yaitu koleksi tahun 1957-1958. Hal tersebut menandakan bahwa tumbuhan tersebut memang sudah berada di wilayah DIY sejak lama dan dimanfaatkan oleh warga sekitar, tetapi tidak banyak yang tahu sejarah asal-usul maupun filosofi penggunaan tumbuhan tersebut.

[sangar-slider id=328]

Sosialisasi PP No. 66 Tahun 2015 Tentang Museum

Berita Senin, 6 Mei 2019

Selasa, 30 April 2019 staf Museum Biologi UGM, Ida Suryani mengikuti kegiatan Sosialisasi Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2015 tentang Museum yang bertempat di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Permuseuman Jakarta dengan sasaran museum dan calon museum yang ada di wilayah  Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. PP museum mengatur tentang pendirian, pendaftaran, standarisasi, evaluasi, sumber daya manusia, dan pengelolaan koleksi museum. Diharapkan pemangku kepentingan bidang permuseuman dapat memahami dan memenuhi ketentuan dalam PP museum tersebut.

 

[sangar-slider id=211]

Workshop Pengembangan Objek dan Daya Tarik Wisata

Kegiatan Kamis, 2 Mei 2019

Senin, 29 April 2019, Ida Suryani, staf Museum Biologi UGM menghadiri Workshop Pengembangan Objek dan Daya Tarik Wisata di D’Senopati Malioboro Grand Hotel. Kegiatan workshop tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta yang melibatkan objek wisata yang ada di wilayah Kota Yogyakarta, yakni museum dan kampung wisata. Workshop pengembangan OOTD ini fokus pada digital marketing strategy and management.  Setelah workshop, masing-masing objek wisata di wilayah Kota Yogyakarta diharapkan dapat mengembangkan strategi pemasaran dan promosi melalui web dan media sosial.

Kunjungan MAN I Majalengka

Berita Selasa, 16 April 2019

Minggu, 14 April 2019 Museum Biologi UGM menerima kunjungan rombongan dari MAN I Majalengka. Rombongan terdiri dari 7 orang guru dan 150 orang siswa-siswi. Kunjungan ini bertujuan menambah wawasan siswa-siswi, khususnya jurusan IPA. Di samping layanan kunjungan pada hari kerja, Museum Biologi UGM juga memberikan layanan kunjungan rombongan di luar hari kerja. Layanan kunjungan rombongan di luar hari kerja dapat dilayani dengan reservasi terlebih dahulu oleh pihak rombongan, baik via email maupun WA staf museum.

[sangar-slider id=151]

 

FGD Pembentukan FKMK (Forum Komunikasi Museum Kota Yogyakarta)

Kegiatan Senin, 15 April 2019

Tanggal 10 -11 April 2019 Museum Biologi UGM mengikuti kegiatan Forum Group Discussion “Pembentukan Forum Komunikasi Kota Yogyakarta (FKMK)” yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. FGD ini bertempat di Hotel Museum Batik, Jalan Dr. Sutomo Yogyakarta. Sebanyak 20 orang perwakilan museum di wilayah Kota Yogyakarta hadir dalam acara ini. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari tersebut menghasilkan Susunan Kepengurusan dan Rencana Kerja Forum Komunikasi Museum Kota Yogyakarta untuk periode 3 tahun.

[sangar-slider id=”157″]

Workshop Pembuatan Film Pendek Museum

Kegiatan Senin, 15 April 2019

 

Pada tanggal 4 – 6 April 2019 Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY yang bekerjasama dengan Pusbang Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Workshop Pembuatan Film Pendek. Kegiatan ini bertempat di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Workshop ini diikuti oleh 38 museum anggota Barahmus DIY. Workshop Pembuatan Film Pendek merupakan salah satu kegiatan pengembangan SDM museum dalam rangka peningkatan kualitas SDM. Peserta workshop  utusan masing-masing museum dibekali pengetahuan dan ketrampilan membuat film pendek  mulai dari pembuatan skenario, pengambilan gambar, pengeditan hingga menjadi produk film pendek sederhana dan layak dipublikasikan pada media online.

[sangar-slider id=138]

Museum Biologi UGM mengirimkan salah satu stafnya, Ida Suryani, S.S. untuk mengikuti kegiatan workshop tersebut. Harapannya, setelah mengikuti workshop ini, staf museum dapat menerapkan dan mendayagunakan film pendek untuk keperluan publikasi dan sosialisasi museum kepada masyarakat.

1…6789
Universitas Gadjah Mada

Museum Biologi
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sultan Agung No 22 Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta

 (+62274) 376740

 

0821-3488-9187

 

 mus_bio@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY